TEMPLATE ERROR: Unterminated string literal in [data:blog.pageName + " ] before 23 ILMU PELET JAWA,MANTRA PELET.AJIAN PELET KEJAWEN KUNO: KEKERAMATAN BULAN SURO ILMU PELET JAWA,MANTRA PELET.AJIAN PELET KEJAWEN KUNO: KEKERAMATAN BULAN SURO

KEKERAMATAN BULAN SURO

Kata suro merupakan sebutan bagi bulan muharam dalam masyarakat jawa.kata tersebut sebenarnya berasal dari kata asyura dalam bahasa arab berarti sepuluh.yakani tanggal 10 bulan muharam.
       Sebagai mana terlihat tentang pemaparan tentang bulan muharam seperti di atas,tampak bahwa tanggal 10 bulan muharam bagi masyarakat islam memiliki arti yang sangat penting.memang dasar-dasarnya tidak begitu sahid atau kuat.namaun itu sudah menjadi tradisi bagi masyarakat muslim.
            Karena pentingnya tanggal itu,oleh masyarakat islam indonesia,jawa utamanya,tanggal itu ahirnya menjadi lebih terkenal dibanding nama bulan nama bulan muharam itu sendiri.yang paling populer adalah asyura dan dalam lidah jawa menjadi suro.yang menjadi kalender nama bulan pertama di kalender islam jawa.
         Kata suro juga menunjukan arti penting 10 hari pertama dalam sisitem kepercayaan islam jawa.dimana dari 29 atau 30 hari bulan muharam,yang dianggap paling keramat adalah sepuluh hari pertama.atau lebih tepetnya sejak tanggal 1 sampai 8 saat mana diadakan kenduri bubur suro.namun,mengenai kekeramatan bulan suro bagi masyarakat jawa,lebih disebabkan oleh faktor atau pengaruh budaya kraton.bukan karena kesangaran bulan itu sendiri.
       Kekeramatan bulan suro,yang menimbulkan kepercayaan bahwa bentuk-bentuk kegiatan tertentu seperti pernikahan,hajatan,dan sebagainya tidak berani melakukan.bukan karena tidak boleh.akan tetapi masyarakat islam jawa memiliki anggapan,bahwa bulan itu(suro/muharam) sebagai bulan(milik) gusti allah.
            Karena terlalu mulianya bulan suro ini,maka dalam sistem kepercayaan masyarakat jawa islam tidak kuat memandang,terlalu lemah untuk menyelenggarakan hajatan pada bulan allah itu.
         bagi masyarakat jawa,hamba atau manusia yang kuat menyelengarakan hajatan pada bulan suro tersebut hanyalah raja atau sultan.sehingga bulan suro ini,dianggap bulan sebagai hajatan oleh kraton dimana rakyat biasa akan kualat jika ikut-ikutan melaksanakan hajatan tertentu.