Ikuti Kami Di Facebook

MENDETEKSI BENDA GAIB

Kata "bertuah" seakan sudah menjadi kata milik
jagad perdukunan alias jagad perklenikan. Terus
terang, awalnya saya sangat ragu menggunakan
kata "tuah" ini. Sebab kata ini mungkin sudah
masuk daftar wajib sensor dan diharamkan.
Kepada para Pembaca santri dan pak kyai yang
budiman, saya mohon maaf … Namun, kata
inilah yang paling "umum" dan dikenal luas oleh
masyarakat. Mohon maaf sebelumnya, bila saya
terpaksa harus ikut-ikutan menggunakan kata
"bertuah" ini. Tidak ada maksud sama sekali
untuk ikut serta melanggengkan kepercayaan
yang mungkin kurang pada tempatnya tersebut.
Saya justeru berharap dengan artikel ini nantinya
pembaca semakin mengenal hakikat benda-
benda. Marilah kita mulai saja. Pertama, benda-
benda pada dirinya sendiri (das ding an sich) itu
bebas nilai. Ia ada dan keberadaannya obyektif.
Sementara yang memberi muatan nilai adalah
manusia, sebagai sosok sang penilai. (sebenarnya
ini juga bisa diperdebatkan,, … namun saya batasi
dengan kalimat ini untuk kemudian nanti bisa
didiskusikan bersama). Contoh: "celurit tetap
celurit." Substansinya ya celurit. Obyektif artinya
kita semua bisa melihat celurit bersama-sama
tanpa berubah substansinya. Kedua, manusia
sebagai sang penilailah yang memberi arti,
makna, fungsi yang disesuaikan dengan fakta,
faktor dan perannya masing- masing. Karena
manusia yang memberi penilaian maka benda
bisa bermuatan subyektif. Celurit bagi saya
merupakan benda yang bermanfaat untuk
membabat rumput yang liar tumbuh di halaman.
Bagi polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan,
ditemukannya celurit yang bersimbah darah akan
menjadi barang bukti yang memiliki nilai tinggi di
pengadilan. Bagi orang tua, celurit adalah benda
berbahaya yang harus dijauhkan dari anak-anak.
Dan seterusnya… Kembali ke tema awal: apa
benda "bertuah" alias "berenergi" itu? Benda
bertuah adalah benda yang sudah diberi muatan
nilai tertentu oleh seseorang, nilai itu bisa berupa
"kesaktian", "kemanfaatan", "keberkahan" dan
seterusnya. Sifatnya jelas subyektif tergantung
pada keyakinan dan pengalaman seseorang
bersinggungan dengan nilai-nilai tersebut. Ada
yang menjawab bahwa benda dikatakan bertuah
bila memiliki energi tertentu. Tolok ukur yang
eksak misalnya yaitu sudut tinjau ilmu fisika.
Bahwa setiap benda memiliki kerapatan atom,
energi dan massa tertentu yang berbeda-beda
sehingga materi benda bisa diukur dengan alat
ukur tertentu. Yang jelas, bila benda sudah diberi
muatan nilai akan memiliki nilai subyektivitas
tertentu …Marilah kita memperdalam sudut
pandang ini. Benda apapun itu, pasti memiliki
sebuah "energi spiritual" tertentu. Benda tertentu
akan memiliki keterlibatan dengan sejarah hidup
seseorang. Saat melihat sebuah cincin kawin,
ingatan saya langsung melayang pada saat
pertama kali melamar isteri saya. Saat melihat
keris, ingatan saya langsung melayang pada
bagaimana hebatnya empu nenek moyang kita
berjuang mati-matian untuk membuat benda
cagar budaya tersebut. Dan seterusnya … Energi
spiritual yang melekat pada benda-benda oleh
karenanya bisa dideteksi dengan mempelajari
latarbelakang 'ada'-nya benda tersebut. Itu
sebabnya tombak kyai pleret yang tersimpan di
Kraton Yogyakarta dipercaya "sangat bertuah"
karena memiliki sejarah yang panjang. Atau Keris
Kyai Sengkelat, atau yang lain dan seterusnya ….
Mempelajari riwayat atau sejarah sebuah benda
jelas memerlukan ilmu pengetahuan misalnya
arkeologi, ilmu sejarah dan lain-lain. Ilmu yang
demikian adalah hasil dari olah pikir para sarjana
yang gentur membaca buku referensi dan
akhirnya memiliki keluasan pengetahuan tentang
sejarah sesuatu. Namun, kita tidak menutup mata
dengan adanya ilmu batiniah untuk menerawang
benda-benda bertuah ini. Ilmu batiniah adalah
sebuah fakta yang ada di masyarakat dan hingga
kini masih lestari. Ini adalah budaya spiritual
nusantara Indonesia yang adiluhung lho. Kita
tidak boleh menutup mata dengan menganggap
budaya asing lebih bernilai. Menghargai budaya
asing disarankan, namun lebih luhur lagi juga
menghargai budaya nenek moyang. Untuk itu,
ijinkan saya mengangkat kembali pengalaman
para leluhur dulu untuk mendeteksi apakah
sebuah benda itu bertuah atau tidak. Benda yang
dipercaya "bertuah" banyak wujudnya. Misalnya
cincin berakik yang dipakai sebagai jimat, keris
dan senjata tradisional lain yang dipakai sebagai
piandel (pegangan), berbagai jenis bebatuan
alami. Terkait dengan soal bahan alamiah,
biasanya mengandung unsur bio elektrik tertentu
yang memang bisa dimanfaatkan sebagai alat
kesehatan. Ada benda-benda yang mengandung
unsur magnet alam sehingga bermanfaat untuk
memperlancar peredaran darah dan sebagainya
… Cara mengenalinya dengan membuka-buka
buku untuk mencari info tentangnya. Ada juga
cara mendeteksi dengan jalan mengoptimalkan
peran batin kita. Batin sesungguhnya selain
mampu untuk diajak mengenali hal-hal gaib juga
mampu mengenali nilai esoteris dari benda-
benda. Cara yang saya lakukan biasanya sebagai
berikut: Mengenali benda "bertuah" 1. Lihatlah
dengan cermat benda tersebut. 2. Pakai atau
pegang benda tersebut pelan-pelan saja 3.
Bukalah mata "batin" yang intuitif, dan ketahui apa
yang ada di dalam cincin… Rasakan energi batin
apa yang muncul…dingin, panas, damai, kisruh,
celaka, harapan, kasih sayang…dan seterusnya…
Benda pasti memancarkan sejarah tertentu. Ia
merekam dan menyerap sebuah fakta-fakta dan
riwayat sejarah yang panjang. Ingat benda adalah
saksi bisu yang bisa "bicara" yaitu bahasa alam.
4. Benda bertuah bisa mendatangkan efek negatif
yang tidak kita sadari. Ini bisa akibat energi
alamiah benda tersebut, namun juga ulah "
sesuatu" yang metafisis. 5. Lebih dalam lagi, bila
terasa ada "sesuatu" di dalam benda tersebut
maka lakukan terus pendeteksian. "Sesuatu" yang
saya maksud adalah makhluk halus. (Makhluk ini
bisa mendatangkan perasaan gelisah, anak isteri
tiba- tiba nakal, penghuni keluarga sakit-sakitan, …
disamping mendatangkan efek, misalnya mudah
cari uang, enteng jodoh dan sebagainya) 6. Bila
pendeteksian belum berhasil, maka boleh
menggunakan cara ini: Letakkan benda bertuah
tadi di bawah bantal dan mohonkan pada Tuhan
agar berkenan untuk memberikan informasi
terkait benda tersebut. Makhluk halus biasanya
muncul dalam mimpi … 7. Bila Anda mampu
berkomunikasi dengan makhluk halus
"penunggu" benda tersebut akan lebih baik. Anda
bisa berbagi kebijaksanaan, dan mengajaknya
untuk mengutarakan kenapa dia setia menunggui
benda tersebut dan seterusnya. Banyak benda
bertuah yang diisi oleh paranormal/dukun
dengan makhluk halus untuk tujuan macam-
macam. Misalnya untuk jimat penglaris
dagangan, enteng jodoh, pagar gaib dan
sebagainya … Ini tentu saja perlu dicermati
kemanfaatannya. Bila Anda merasa tergantung
dengan cincik akik yang Anda pakai, apakah ini
mendatangkan manfaat atau tidak baik di dunia
maupun di akhirat? Benda tersebut
mendatangkan kemanfaatan apa tidak dengan
perkembangan spiritual kita khususnya berkaitan
dengan ketauhidan kita pada Gusti Allah… Boleh
jadi di dunia kita mendapatkan manfaat dengan
keberadaan benda-benda tersebut, namun nanti
di dunia kita akan mendapatkan celaka karena
sudah masuk ke wilayah "Mempersekutukan
Tuhan".. jadi ya.. hati-hati… Bila Anda merasa
tidak bermanfaat dan Anda menyadari kesalahan
bahwa Anda sudah terjebak dalam perilaku syirik,
maka langkah Anda adalah melakukan
penyingkiran makhluk halus penunggu benda-
benda tersebut. Benda- bendanya sendiri tetap
boleh dipakai dan dipergunakan sebagaimana
biasanya. Toh, benda kan bebas nilai … yang
memberi nilai kan kita sendiri. Jadi sesungguhnya
OTAK MANUSIA lah yang syirik. Bukan keris,
cincin akik, dan benda- benda budaya tersebut.
Tetap lestarikan budaya spiritual nusantara yang
Adiluhung! Kepada semua saudara dari Sabang
sampai Merauke …dari yang agamanya Islam,
Hindu, Budha, Kristen, Kong Hu Cu, Taoisme,
Aliran Kepercayaan apapun yang Anda
anut..marilah kita bersama-sama hidup guyub
dan rukun. Kalau ada yang kurang jelas.bisa
hubungi saya.matur suwun.

MENDETEKSI BENDA GAIB Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fajar

Asal Tahu

Laku ngeleng/ngguwo.berarti masuk berarti masuk bertapa ke dalam gua,tidak makan dan minum.berguna untuk mendapatkan fikiran dari hiruk piruk duniawi hingga hening hati kepada tuhan.biasanya laku ini di lakukan kepada orang yang prihatin dengan keadaan dunia dan memohon petunjuk tuhan untuk kentrentraman dunia.(seperti tindakan Nabi Muhammad di Gua Hira).

Asal Tahu

RUMPUT ALANG-ALANG dapat di gunakan untuk mengantung jodoh seorang wanita/pria.caranya.alang-alang yang sudah di beri mantra di buat simpul,bisa simpul 3/7 sesuai keinginan si pengirim.lalu alang alang di tanam di dekat rumah orang yang di tuju.niscaya tidak akan laku kawin seumur hidup meski Wajahnya cantik/tampan.

Asal Tahu

Laku ngalong menirukan kehidupan kalong(kelelawar besar pemakan buah yang hidup tergantung di dahan pohon dengan kaki di atas dan kepala di bawah).biasanya di lakukan oleh orang yang berniat melawan hukum alam yang sudah lazim.contohnya adalah untuk ilmu meringankan tubuh dan terbang melayang.

Baca Juga