Ikuti Kami Di Facebook

MEMAGGIL ROH KARUHUN

Alam gaib sampai saat ini masih merupakan misteri yang belum tersingkap secara tuntas. Kalaupun ada orang-orang tertentu yang mengaku pernah ke alam itu, atau hanya mengaku pernah menginjak alam tersebut, tetapi hal itu hanyalah sebatas nukilan pengalaman peribadi yang belum tentu benar seratus persen. Bisa saja si pelaku bermimpi atau berhalusinasi. Lebih dari itu, mungkin benar, ada orang tertentu yang telah bertandang ke alam gaib. Lewat jasa paranormal atau ilmu-ilmu tertentu, banyak orang yang ingin membuktikan keberadaan alam gaib. Di daratan Eropa dan Amerika, banyak pula ahli yang mencoba mengungkapkan keberadaan alam ini dengan teknologi ala kadarnya yang berhasil mereka ketemukan. Kendati begitu, kemisteriusan alam gaib tetaplah menjadi sebuah misteri yang membutuhkan waktu sangat panjang untuk menuntaskannya. Di sela peradaban yang semakin canggih, banyak orang yang semakin penasaran, berkeinginan menyingkap tabir gaib alam halus tersebut. Salah satu ilmu kadigdayaan yang dipergunakan untuk menembus alam gaib, khususnya berkenaan dengan roh, sesungguhnya telah diciptakan leluhur kita sejak jaman Majapahit. Hal ini dapat dilihat dari kata-kata sakti manteranya yang masih menggunakan bahasa Kawi campuran. Nama ilmu tersebut adalah Ilmu Cipto Gumono. Konon dulunya dimiliki sang Prabu Sri Mapanji Jayabaya yang bertahta di negeri Mamenang. Setelah itu ilmu ini dimiliki oleh Ki Buto Lotoyo, murid Prabu Jayabaya dari bangsa jin atau biasa disebut Prabu Merosupatmo. Setelah Merosupatmo hilang, diwariskan ke Prabu Dandang Gendis di Singasari. Dan kemudian turun-temurun diwarisi raja-raja Majapahit. Sewaktu Majapahit mengalami keruntuhan, ilmu ini lari dari tembok Istana, yang dibawa kabur putra-putra Majapahit. Dan entah bagaimana perjalanannya ilmu Cipto Gumono ini akhirnya dimiliki oelh Raden Mas Kongso Curigo, darah biru dari Surakarta. Ilmu Cipto Gumono ini pada jaman dahulu biasa dipergunakan untuk komunikasi dengan roh karuhun (leluhur). Tapi sekarang ada pergeseran, Ilmu Cipto Gumono biasa dipergunakan untuk menelusuri garis keturunan yang telah hilang, dengan cara menghadirkan roh karuhun yang telah lama hidup di alam keabadaian. Agar pembaca tidak penasar, inilah mantera sakti Ilmu Cipto Gumono yang keramat tersebut : SHANG HYANG CIPTO GUMONO RAWUHNO SEJATINING ……(Roh Yang Dikehendaki) KANG APEROJO HING SONGGOBUONO RAWUH, RAWUH, RAWUH MIJIL ONO ING PANGARSANINGSUN. Lakunya Laku yang diperlukan untuk menyatukan mantera sakti Ilmu Cipto Gumono ini adalah dengan cara sebagai berikut : . . . . . . . . . . . ? . . . . . . . . ? . . . . . . . ? . . . . . . . . ? . . . . . . ? Tenangkan diri, tengah malam baca mantera sakti tersebut sebanyak tiga kali. 4. Kalau ingin menggunakan mantera tersebut untuk keperluan lain lagi, laku mutih tidak perlu dilakukan. Cukup berdiam di kamar yang sepi, baca mantera tersebut. Dengan kebersihan jiwa dan kesungguhan tekad, maka akan hadir roh karuhun yang Anda kehendaki dan akan memberi wejangan atau petuah yang Anda butuhkan sesuai kemampuan roh karuhun tersebut. Tapi ingat, jangan sampai ilmu digunakan untuk suatu tujuan yang sesat dari jalan Tuhan.untuk tata cara mengamalkanya,silahkan kontak langsung saja.

MEMAGGIL ROH KARUHUN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fajar

Asal Tahu

Laku ngeleng/ngguwo.berarti masuk berarti masuk bertapa ke dalam gua,tidak makan dan minum.berguna untuk mendapatkan fikiran dari hiruk piruk duniawi hingga hening hati kepada tuhan.biasanya laku ini di lakukan kepada orang yang prihatin dengan keadaan dunia dan memohon petunjuk tuhan untuk kentrentraman dunia.(seperti tindakan Nabi Muhammad di Gua Hira).

Asal Tahu

RUMPUT ALANG-ALANG dapat di gunakan untuk mengantung jodoh seorang wanita/pria.caranya.alang-alang yang sudah di beri mantra di buat simpul,bisa simpul 3/7 sesuai keinginan si pengirim.lalu alang alang di tanam di dekat rumah orang yang di tuju.niscaya tidak akan laku kawin seumur hidup meski Wajahnya cantik/tampan.

Asal Tahu

Laku ngalong menirukan kehidupan kalong(kelelawar besar pemakan buah yang hidup tergantung di dahan pohon dengan kaki di atas dan kepala di bawah).biasanya di lakukan oleh orang yang berniat melawan hukum alam yang sudah lazim.contohnya adalah untuk ilmu meringankan tubuh dan terbang melayang.

Baca Juga